Resensinovel hujan Tere liye. Judul : Hujan. Penulis : Tere Liye. Penerbit : PT Gramedia Pustaka Umum. Tahun terbit : 2016. Tebal buku : 320 hlm; 20 cm. Hidup ini memang tentang menunggu. menunggu kita untuk menyadari, kapan kita akan berhenti menunggu." (hlm. 228) Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. TentangNovel Hujan Karya Tere Liye Resensi Novel Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi Resensi Novel Pesan Cinta dari Hujan Karya Erni Aladjai RESENSI NOVEL HUJAN DAN TEDUH - Riawani Elyta Resensi Buku 1: Hujan-Tere Liye - Walking Through The Light Rumah buku - RESENSI NOVEL HUJAN, KARYA TERE LIYE Tere… | Facebook Kumpulan Resensi Buku Novel Nama: Cindi Septi RajagukgukKelas : XI Mipa 1Tugas Bahasa Indonesia ArtikelTerbaru ceritayangtelahusai - Resensi Novel Senja, Hujan, & Cerita Yang Telah Usai Identitas buku Judul buku/novel : Sen Muatyang lain Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda. Langganan: Posting Komentar Sinopsis Film - Bad Genius - Bunga Syhafitri; Ringkasan Novel Pulang Karya (Tere Liye) - Resti S Abstrak Buku Metode Penelitian Ilmiah - Juriski O. Sinopsis Film Kimi No Na Wa (Your Name) - Setyo Wi Ringkasan Novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Satujam sudah aku duduk sambil mematung menyendiri di tepi pantai dengan menikmati indahnya senja di sore hari.Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilku dengan penuh senyum kegembiraan sambil menyebut namaku.Aku sontak terkejut yang awalnya melamun memandang senja itu malah beralih ke seseorang yang telah memanggil namaku,ternyata dia adalah masa lalu ku yang telah lama menghilang dan Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai. Oleh Boy Candra 2 ulasan. Berat : 0.20 : Tahun : 2015 : ISBN : 9789797944995 : Penerbit : Mediakita: Sinopsis Buku Sejenis Menulis rutin di blog rasalelaki.blogspot.com. Aktif menulis sejak tahun 2011 Selain ingin terus menulis novel dan buku fiksi lainnya. Juga punya cita-cita menerbitkan buku puisi ukwLQ. Identitas Buku Judul Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai No. ISBN 979-794-499-9 Penulis Boy Candra Penerbit Media Kita Penyunting Irwan Rouf Desain Cover Budi Setiawan Tahun Terbit Cetakan Pertama 2015, Cetakan Kedua puluh dua 2017 Kategori Novel Nonfiksi Text Bahasa Indonesia Jumlah Halaman 239 Halaman Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh… Halohaaaaa…… readear !!!!!! 🙂 By the way, this is my second writing in this wordpress hmm alhamdulilaah yaah hehe. Pada kesempatan ini saya akan meresensi sebuah buku novel yang berjenis Nonfiksi. Novel ini berjudul “Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai” karangan dari Boy Candra. Boy Candra merupakan penulis best seller “Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang”. Dia lahir pada 21 November 1989 besar serta berproses di Padang Sumatra Barat dan menamatkan kuliahnya di Universitas Negeri Padang. Buku ini merupakan buku nonfiksi kedua setelah catatan pendek untuk cinta yang panjang. Dalam Novel ini, Boy Candra menceritakan tentang kerapuhan dan kepahitan yang di rasakan oleh orang yang sedang jatuh cinta dan dia juga mengajak para pembaca agar mengenang kenangan pahit akan cinta pada masa lalu. Setelah mengenang, dia selalu mengajak pembaca untuk selalu ingat jalan pulang dan menata rindu yang baru, karena masa lalu bukan untuk diratapi, tapi untuk dijadikan pelajaran yang berharga di masa depan, kesalahan-kesalahan di masa lalu merupakan proses pendewasaan diri, oleh karena itu tidak semua hal buruk pada patah hati memberikan dampak yang negatif. Buku ini sangat cocok dibaca oleh orang yang mengalami kepahitan dalam cinta seperti patah hati, karena setelah membaca buku ini saya yakin orang yang sedang tersakiti oleh cinta mampu bangkit dan menyadari bahwa hidup seharusnya terus berjalan bukan berlarut-larut dalam kesedihan yang tiada akhir, salah satu kutipan yang memotivasi pembaca agar bangkit dari kesedihan adalah “Sedihlah secukupnya, patah hatilah pada porsinya. Agar hidupmu tidak sia-sia” “Di dunia ini banyak sekali hal ajaib yang bisa kamu dapatkan, bahkan dalam hal yang mungkin menurutmu terburuk sekalipun” “Ikhlaskanlah dia meski rasanya begitu sakit atas apa yang di lakukan, sebab ikhlas akan membuatmu benar-benar lepas” Pada bagian sinopsis sampul belakang buku ini juga tertulis “Buku ini saya persembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang pernah mencintai tapi dikhianati. Juga yang pernah mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal baik untuk hati. Kepada orang yang jatuh cinta diam-diam, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab, setelah tualang yang panjang ke masa lalu, kamu harus lebih baik. dan mulailah menata rindu yang baru. Katakan pada masa lalu kita adalah cerita yang telah usai.” Cerita yang terkandung pada isi novel ini secara keseluruhan seperti pengalaman Boy Candra sendiri atau curahan hati seorang laki-laki yang kemudian di tuangkannya dalam suatu catatan. Dalam buku ini terbagi menjadi 7 bagian, hmm what are they ? Hujan dan Hal-Hal yang Disimpan Senja yang Manja dan Luka yang Membalut Dada Terimakasih Pernah Ada, Meski Sekedar Rahasia Kepada Seseorang yang Betah dalam Ingatan, Meski Kamu Tak Lagi Dibutuhkan Semakin Aku Cinta Kamu, Semakin Kita Saling Menusukan Pisau Kepada Diriku Dengarkan ini dengan Baik-Baik ! Sebab, Kini Kamu Telah Denganku, Kenangan Lalu Biarlah sebagai Masa Lalu Well, pada bagian terakhir yang sub babnya => “Sebab, kini kamu telah denganku, kenangan lalu biarlah sebgai masa lalu” dia menceritakan sosok saya dalam novel ini dipertemukan dengan seseorang dengan latar belakang masa lalu yang sama kemudian mencoba dengan segala hal meyakinkan satu sama lain dan mulai menata rindu, menerima serta mewujudkan impian-impian yang baru. Ada kutipan pada bagian terakhir ini yang sangat-sangat membuat saya terkesan dan benar-benar melekat di otak adalah “Mungkin kita bukan dua orang yang saling jatuh cinta pada cinta pertama. Aku pernah jatuh dan terluka. Kamu pun begitu, pernah dicintai dan disia-siakan. Kita bertemu atas perasaan yang telah ditempa. Perasaan yang akan membuat kita kuat untuk tetap berdua. Jagalah semua yang terasa. Pupuk hingga rimbun menutupi duka yang pernah ada. Bukankah perihal bahagia sudah menjadi tugas kita. Mencintaimu adalah upaya yang membuatku ingin selalu mengupayakannya. Semakin hari berjalan, semakin banyak hal yang nanti akan kita sebut kenangan. Dan sungguh perasaan ku padamu semakin tak terungkapkan.” Well, segala sesuatu tentunya ada kurang dan lebihnya, tak terkecuali pada buku ini, karena tidak ada sesuatu yang sempurna, sebab kesempurnaan hanya milik Allah semata 😀 Ehehe.. Kelebihan dari buku “Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai” ini adalah gaya bahasanya yang sederhana namun tetap puitis, kemudian penulis mampu mengajak pembaca seakan – akan berada diposisi yang sama sehigga pembaca larut dalam setiap suasana cerita dan pesan yang ingin disampikan oleh penulis tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Selain itu, bentuk fisik dan design warna hitam putih menghasilkan kesan minimalis. Meskipun demikian, buku ini juga memiliki kekurangan. Kekurangannya dari buku ini adalah alur ceritanya yang sedikit rumit, tidak menentu atau menggunakan alur campuran sehingga membuat pembaca agak kesulitan dalam memahami kisah. Buku ini mengandung cerita yang sangat menarik, motivatif dan inspiratif terlebih kepada orang-orang baru saja patah hati dan ingin segera bangkit dari kesedihan oleh cinta, karena dalam buku ini banyak kata-kata yang mampu membuat pembaca menyadari bahwa masa lalu merupakan bagian dari proses pendewasaan diri, belajar meikhlaskankan, berani menata rindu yang baru, membuka hati serta mengatakan pada masa lalu bahwa kita adalah cerita yang telah usai. Itulah sedikit gambaran yang sangat sederhana tentang buku Novel nonfiksi Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai karangan Boy Candra. Marilah sesekali kita mengenang masa lalu tapi jangan lupa jalan pulang, karena setalah mengenang kita harus menjadi seseorang yang lebih baik lagi, jangan lupa katakan pada masa lalu terimakasih telah memberi pengalaman yang berharga tak terbayarkan materi, dan sekarang kita adalah cerita yang telah usai, biar lah hujan dan senja menghapus segala sesuatu buruk yang telah terjadi. Semoga bermanfaat bagi kita semua amiiinnn…………….. Novel Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai adalah novel yang ditulis oleh penulis terkenal, Ananta Toer. Novel ini bercerita tentang kisah persahabatan antara seorang anak yang bernama Senja dan seorang perempuan muda yang bernama Hujan. Mereka berdua adalah teman yang saling bersahabat sejak kecil. Kisah ini mengisahkan tentang perjalanan hidup mereka bersama. Kisah ini berakhir dengan kesedihan yang tak ini dimulai ketika Senja dan Hujan masih berusia enam tahun. Mereka bertemu di sebuah taman, dan dengan cepat mereka menjadi sahabat dekat. Mereka berdua sama-sama memiliki mimpi yang sama, yaitu untuk bisa melihat dunia. Namun, mereka berdua juga sadar bahwa mimpi itu hanya sebuah mimpi yang tidak mungkin tercapai. Senja dan Hujan masih bersahabat ketika mereka memasuki usia remaja. Mereka berdua berbagi impian dan banyak hal lain yang mereka lakukan bersama sebagai sahabat ketika Hujan menikah, Senja merasa sangat sedih. Meskipun ada banyak hal yang berubah, hubungan mereka tidak berubah. Hujan tetap menjadi sahabat terbaik Senja. Namun, ketika Hujan hamil, Senja merasa kesepian. Hujan sangat sibuk dengan keluarganya dan Senja tidak tahu harus berbuat apa. Hujan juga tidak punya waktu untuk bertemu dengan Senja. Senja merasa sangat kesepian tanpa suatu saat, Hujan menghilang. Senja mencari Hujan di semua tempat, tetapi tidak ada kabar tentang dia. Akhirnya, Senja menemukan Hujan di sebuah kebun. Hujan menceritakan semua yang dialaminya selama ini. Hujan menceritakan bahwa dia telah melarikan diri dari rumahnya karena ada masalah yang ia hadapi. Hujan juga menceritakan bahwa dia berada di kebun itu karena dia telah menemukan sebuah tempat yang tenang dan cerita, Senja dan Hujan berpisah. Mereka berdua berjanji untuk tetap saling bertemu dan bersahabat. Senja menjadi sangat sedih dan merasa kesepian tanpa Hujan. Namun, di saat-saat kesedihan itu, Senja bisa merasakan bahwa Hujan masih ada di sisinya. Sejak saat itu, Senja berusaha untuk menjalani hidupnya dengan penuh semangat dan harapan untuk bisa bertemu dengan Hujan Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai adalah kisah yang mengharukan dan bisa membuat kita berpikir tentang persahabatan. Novel ini mengajarkan kita tentang arti dan nilai persahabatan, dan bagaimana kita harus berusaha untuk menjaga persahabatan kita. Novel ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya menghargai dan menghargai orang Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai adalah novel yang bagus dan layak dibaca. Novel ini bisa menjadi bacaan yang menarik dan menginspirasi bagi semua orang. Dengan kisah tentang persahabatan yang dalam, novel ini bisa menginspirasi kita untuk mencintai dan menghargai orang lain. Novel ini juga bisa menjadi bacaan yang menyenangkan bagi orang yang ingin melepas penat dan Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai adalah novel yang menyentuh dan bisa menginspirasi kita semua. Novel ini mengajarkan kita tentang arti dan nilai persahabatan, dan bagaimana kita harus menghargai dan menghargai orang lain. Novel ini juga bisa menjadi bacaan yang menyenangkan untuk melepas penat dan bersantai. Boy Candra memang tak pernah gagal membuat karya yang bikin pembaca kian baper. Contohnya Novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai. Sudah baca? Resensi novel senja hujan dan cerita yang telah usai ini akan mengulas beberapa unsur penting didalamnya. Seperti identitas, sinopsis, intrinsik, ekstrinsik juga pesan moral. Kelebihan juga kekurangan akan di sampaikan agar membantu kamu mengambil sikap untuk membeli buku ini atau tidak. Simak yuk! Identitas Novel Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai Judul NovelSenja Hujan dan cerita yang Telah UsaiPenulisBoy CandraJumlah halaman240 HalamanUkuran buku19×13 cmPenerbitMedia KitaKategoriNonfiksiTahun Terbit2015Harga bukuRp. Novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai merupakan novel dengan genre nonfiksi yang menceritakan masa lalu yang telah usai. Novel ini diterbitkan pada tahun 2015 dengan memiliki 240 Halaman. Cerita yang disuguhkan benar-benar membuat pembaca akan merasa bahagia, kecewa dan juga terluka dengan pengungkapan kata-kata indah dan puitis di dalam novel tersebut. Sinopsis Novel Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai Novel ini menceritakan pengalaman kisah perjalanan asmara dari Boy Candra. Dimulai dari jatuh cinta diam-diam, mencintai sahabat sendiri, lalu dikhianati, rindu mendua lalu diduakan dan hal pahit lainnya. Segala persoalan saat menjalin hubungan di tuangkan di dalam novel ini. Merenung atas segala perasaan yang dulu pernah ada. Yang dikenang tentang bahagia atau tentang sia-sia. Dan pengkhianatan dijadikan sebuah pelajaran berharga di masa depan. Dan hidup akan terus berjalan meski bukan bersamanya. Tapi ingat sedihlah secukupnya, patah hatilah sesuai porsinya agar hidupmu tidak sia-sia. Dengan kata-kata yang puitis Boy Candra mampu meluapkan isi perasaannya dengan sempurna. Sehingga imbasnya kita sebagai pembaca terhanyut oleh suasana yang dihadirkan dari curahan hatinya. Jika kamu ingin memiliki buku yang memiliki banyak rasa saat membacanya. Buku Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai cocok untuk coba kamu baca. Unsur Intrinsik Novel Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai Dalam sebuah resensi novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai ini akan dibahas beberapa unsur intrinsik di dalamnya, yaitu 1. Tema Tema yang diangkat dalam novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai ini yaitu cerita cinta masa lalu yang telah selesai. 2. tokoh dan Penokohan Aku Penulis Boy Candra, tokoh utama yang menceritakan kisah percintaannya sendiri dalam hidupnya. Tokoh merupakan sosok yang suka mengenang masa lalu. Seseorang yang dicintai penulis, memiliki sifat yang kurang dewasa dan kurang memahami kesibukan dari tokoh Aku. Kekasih baru Aku, yaitu seseorang yang baru yang mampu membuat tokoh Aku merasa jatuh cinta kembali. 3. Alur Alur yang digunakan dalam buku ini yaitu menggunakan alur campuran dimana terdapat alur maju dan alur mundur di dalamnya. 4. Latar Waktu Latar waktu yang digunakan dalam novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai yaitu menggunakan latar waktu pada waktu senja dan disaat hujan turun. 5. Latar Tempat Latar tempat yang digunakan dalam novel ini yaitu menggunakan latar tempat di sebuah sekolah. 6. Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama yaitu tokoh Aku yang sebagai tokohnya. 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalam novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai ini gaya bahasa yang indah juga puitis, namun mudah dipahami tanpa kesan bertele-tele dan juga sederhana. 8. Amanat Berikut amanat yang terkandung dalam novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai, diantaranya Jadikanlah masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk kehidupan. Dan iklas dalam menjalani takdir. Karena sejatinya rizki, jodoh dan maut itu takdir Tuhan. Jangan memaksakan diri jika merasa tidak nyaman. Dan jangan terlalu banyak menuntut kepada orang lain. memaafkan masa lalu dan memulailah kehidupan barumu. Unsur Ekstrinsik Novel Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai Ada pun berikut ini merupakan unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel Senja Hujan Dan Cerita Yang Telah Usai, yaitu 1. Nilai Moral Sikap bangkit dan mau memaafkan masa lalu merupakan sikap yang patut di contoh karena menaruh benci tidak akan membuatmu bahagia. 2. Nilai Sosial Sebagai sesama manusia kita harus bisa memahami perasaan hati manusia lainnya. Mengkhianati adalah hal yang sangat melukai hati. Sehingga jika ingin bertindak demikian sebaiknya di pikirkan terlebih dahulu. Kelebihan Novel Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai Banyak pesan moral yang tersimpan dalam novel salah satunya kita harus iklas dalam menjalani kisah hidup. Banyak menyisipkan kata inspiratif quotes yang banyak di buku ini. Cover yang sangat menarik dan sederhana tapi cantik. Gaya bahasa yang mudah di pahami dan juga indah. Kekurangan Novel Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai Alur maju mundur dalam novel kadang membuat pembaca merasa kebingungan bagi yang belum terbiasa. Penempatan Bab juga kurang tertata. Penyusunan cerita tidak sesuai tanggal yang dituliskan pada bagian bawah cerita hal ini membuat bingung karena penataannya kurang sesuai denagn kronologisnya. Pesan Moral Novel Senja Hujan dan Cerita yang Telah Usai Terakhir dari sebuah resensi novel senja Hujan dan Cerita Yang Telah Usai adalah pesan moral yang terkandung didalamnya yaitu Jadikanlah masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk kehidupan. Dan ikhlas dalam menjalani takdir. Karena sejatinya rizki, jodoh dan maut itu takdir Tuhan. Jangan memaksakan diri jika merasa tidak nyaman. Dan jangan terlalu banyak menuntut kepada orang lain. memaafkan masa lalu dan memulailah kehidupan barumu. Resensi Novel “SENJA, HUJAN, & CERITA YANG TELAH USAI” Boy Candra. Identitas Buku Judul buku Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai NO. ISBN 979-794-499-9 Penulis Boy Candra Penerbit Media Kita Penyunting Irwan Rouf Tanggal Terbit 16 Juni 2015 Jumlah Halaman 239 Halaman Kategori Novel Nonfiksi Teks Bahasa indonesia BOY CANDRA. Penulis yang menamatkan kuliah di Universitas Negeri Padang. Ia lahir pada tanggal 21 November 1989. Boy Candra mulai belajar serius menulis sejak 2011. Buku Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai adalah buku nonfiksi kedua setelah Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang 2015. Sinopsis Novel “Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai” merupakan novel nonfiksi yang menceritakan pengalaman kisah perjalanan asmara dari sang penulis. Dimulai dari jatuh cinta diam-diam, mencintai sahabat sendiri, mencintai lalu dikhianati, rindu, mendua lalu diduakan dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Segala persoalan yang terjadi saat menjalin hubungan asmara dituangkan dalam novel ini, merenung atas segala perasaan yang dulu pernah ada, yang dikenang sebagai bahagia, atau hanya kenangan sia-sia. Buku ini dipersembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Masalalu cukup untuk dikenang, jangan lupa untuk selalu ingat pulang, dan menjadikan sebuah pelajaran berharga di masa depan. Hidup akan terus berjalan meski bukan bersamanya. Mungkin akan terasa hambar, sedihlah secukupnya, patah hatilah pada porsinya. Agar hidupmu tidak yang digunakan sangat menarik, begitu puitis tetapi masih bisa dimengerti. Keunggulan Keunggulan dari novel ini adalah desain cover yang sederhana, warna hitam putihnya mewakili kisah yang diceritakan, diikuti sinopsis novel yang dicetak dibagian belakang. Penyisipan ilustrasi ilustrasi pada bagian isi novel menambah daya tarik bagi pembaca. Pembaca dapat ikut menikmati kisah perjalanan penulis dan ikut larut kedalam cerita yang dikisahkan. Mungkin karena kisah tersebut diangkat dari kehidupan nyata penulis yang mungkin bisa saja terjadi pada setiap orang. Didalam ceritanya terdapat solusi bagaimana cara melalui persoalan-persoalan dalam hubungan asmara berdasarkan pengalaman penulis, memang setiap orang menyelesaikan masalahnya dengan cara tersendiri. Sangat menarik. Kekurangan Adapun kekurangan dari novel ini adalah penyusunan dari setiap sub bab yang membingungkan, alur ceritanya campuran. Seperti menceritakan hal yang menyenangkan, di halaman selanjutnya menceritakan kepedihan. Halaman berikutnya pun begitu. Novel ini mengajarkan, kesalahan di masa lalu cukuplah menjadi pelajaran. Katakan kepada masa lalu Kita adalah cerita yang telah usai. “aku paham betul, kamu dan aku punya hidup masing-masing. Aku punya duniaku meski sebenernya aku lebih suka menyebut dunia ku adalah kamu, sementara kamu juga punya kehidupanmu” Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai, Hal. 93. Tugas Akhir Bahasa Indonesia kelas 12 SMK Bhakti Kencana Citeureup Tahun Ajaran 2018/2019 Pernahkan kamu merasakan sakitnya patah hati karena ditinggalkan oleh orang yang kamu cintai? Perlu diketahui bahwa patah hati sebenarnya bisa dijadikan sebagai ungkapan perasaan yang membuktikan bahwa kamu tulus menyayangi seseorang, meskipun dia tidak merespon perasaanmu. Pada kenyataannya, setiap orang pasti pernah merasakan sakitnya patah hati setelah ditolak, diduakan, cinta bertepuk sebelah tangan, atau bahkan diputuskan secara sepihak. Tanpa sadar, berbagai peristiwa yang tidak mengenakkan itu membuatmu sakit hati sampai tidak berani untuk bertemu dengan banyak orang. Lebih parahnya lagi, kamu mungkin akan kehilangan arah dan tidak tahu harus pergi kemana untuk melepaskan beban yang mengganjal di hati. Sebagai salah satu cara untuk menenangkan pikiran dan hati yang sedang kalut, kamu bisa coba membaca buku karya Boy Candra yang berjudul Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai. Walaupun judulnya terkesan galau dan sedih, tapi isi bukunya dijamin bisa membuat kamu berani untuk bangkit dan kembali menata perasaan untuk orang-orang baru. Sinopsis Novel Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai Novel ini dipersembahkan untuk orang-orang yang dulu pernah dilukai sampai sulit untuk melupakan. Teruntuk orang-orang yang pernah mencintai, tapi dikhianati, juga untuk orang yang mengkhianati lalu menyadari kesalahannya. Kepada mereka yang pernah diam-diam jatuh cinta pada sahabat sendiri hingga tidak bisa berpaling dan pindah ke lain hati. Melalui novel ini, mari kita saling mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang, sebab setelah petualangan yang panjang di masa lalu, kita harus menjadi individu yang jauh lebih baik dan mulai menata rindu yang baru. Mari sampaikan pada kenangan, bahwa masa lalu kita adalah cerita yang telah usai. Gambaran Isi Novel Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai Melalui novel ini, kamu akan diajak untuk mengenang sebuah masa yang mungkin penuh dengan luka dan terasa pahit jika harus diingat kembali. Tapi bagi Boy Candra, luka yang terasa pahit ini justru bisa membuat kita jadi pribadi yang lebih kuat, atau bahkan lebih pintar lagi dalam memilih pasangan hidup. Mengenang masa lalu bukanlah hal yang salah, tapi kamu juga harus tahu bahwa masa kini dan masa depan adalah hal yang paling penting untuk kamu perjuangkan. Setelah mengenang, jangan pernah lupa untuk kembali ke jalan pulang. Review Novel Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai Dengan mengusung tema cinta dan patah hati, sampul novel ini terlihat sangat sederhana karena hanya dihiasi warna hitam dan putih, dengan ilustrasi rintik hujan, sebuah kursi, dan payung berwarna hitam. Jika dilihat lebih detail, ilustrasi tersebut menggambarkan kesedihan yang akan lebih terasa saat kamu membaca novel ini lebih dalam lagi. Novel yang terdiri dari tujuh bagian ini mengisahkan tokoh “aku” yang sedang menuliskan kisah perjalanan hidupnya, tentang cinta, kesedihan, perpisahan, dan kebahagiaan yang menjadi tujuan akhir hidupnya. Dengan kata lain, novel ini tidak berisi kumpulan cerpen atau puisi yang puitis, tapi bisa disebut sebagai buku catatan harian yang merangkum kisah kehidupan seorang Boy Candra. Buat kamu yang lagi baper dan galau karena cinta, novel ini bisa menjadi teman berbagi cerita, karena barangkali ada kisah Boy Candra yang juga relate dengan kisahmu. Tapi jangan terlalu berharap dan berekspektasi tinggi dengan novel ini, karena fokus utama cerita memang hanya akan membahas perjalanan cinta Boy Candra yang mungkin saja pernah dirasakan oleh kebanyakan orang. Walaupun banyak yang merasa relate dengan kisahnya, tidak sedikit orang juga yang merasa jalan ceritanya terasa lempeng-lempeng saja. Tapi hal ini sebenarnya masih bisa dimaklumi karena mungkin ada poin lain yang lebih diutamakan oleh Boy, yakni tentang bagaimana caranya kamu bangkit dari kenangan masa lalu, tidak peduli siapapun orang yang telah membuatmu terpuruk. Tidak hanya menceritakan tentang perjalanan cintanya saja, Boy Candra juga beberapa kali mengutip quotes anti galau yang sepertinya akan cocok untuk kamu yang butuh motivasi. Bagi kamu yang saat ini sedang mengalami patah hati, coba usahakan untuk tidak berlarut dalam kesedihan karena kamu berhak bahagia dan melanjutkan mimpi yang sempat tertunda sebelumnya. Tapi harus diingat, bahwa melupakan kesedihan bukan berarti melupakan segala kenangan pahit yang pernah terjadi, dan untuk mengenang segala kisahnya, novel ini bisa menjadi solusi yang tepat. Novel Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra bisa kamu dapatkan melalui Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya. promo diskon

resensi novel senja hujan dan cerita yang telah usai